Di tengah pandemi ini, sebuah komunitas berbasis pendidikan calon imam diharuskan untuk menyesuaikan situasi. Seminari Menengah St. Petrus Canisius Mertoyudan adalah salah satu contohnya. Sekolah yang didirikan sejak tahun 1912 ini dari awal berdirinya sampai sekarang membatasi penggunaan alat elektronik apapun yang memudahkan para seminaris untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
Namun, sejak protokol Pencegahan dan Penanganan Covid-19 yang dikeluarkan sejak Maret lalu, Seminari mulai membuka diri. Selama masa-masa ini, Seminari membatasi aktivitas keluar masuknya orang, baik itu seminaris, staff, karyawan, guru, dan keluarga atau kerabat seminaris. Dengan begitu mobilitas pendidikan juga ikut terkena dampaknya. Ketika guru tidak dapat mengajar secara langsung, seminaris hanya menerima tugas-tugas terstruktur dari guru pengampu. Berawal dari tugas-tugas rutin dengan menggunakan kertas, Seminari mulai belajar dari keadaan yang ada.
Melihat teknologi yang berkembang begitu pesat dan mampu menjadi sarana yang baik bagi pendidikan, Seminari akhirnya berani untuk mengoptimalkan penggunaan Laboratorium Bahasa serta Ruang Multimedia menjadi ruang pembelajaran seminaris berbasis daring. Dimana Google Classroom menjadi sarana untuk memberikan dan mengerjakan tugas.
Dalam pelaksanaannya para seminaris sangat merasa terbantu dan antusias karena dapat berkomunikasi dengan guru secara langsung sekaligus dapat mencari materi dan informasi secara cepat. Sumber-sumber tersebut meliputi web berita, data, dan laman pembelajaran. Karena itu wawasan dan pengetahuan materi dapat dicerna secara cepat dan mendalam.
Namun terkadang ada beberapa seminaris yang masih kurang fokus dalam mengerjakan tugas atau mencerna materi. Hal itu disebabkan karena para seminaris jarang diberikan keleluasaan untuk menggunakan fasilitas internet yang ada. Jikalau intensitasnya normal itupun dengan waktu yang sangat singkat.
Pembelajaran daring yang telah dan sedang berlangsung di Seminari Menengah Santo Petrus Canisius, Mertoyudan ini menjadi sarana yang sangat baik bagi perkembangan intelektualitas seminaris dalam bidang akademik di tengah situasi yang tidak menentu ini. Ada baiknya apabila pembelajaran bersifat daring ini dilanjutkan di kemudian hari ketika pandemi ini telah berakhir. Dengan adanya ini para Seminaris diwajibkan untuk mengoptimalkan penggunaan dari pembelajaran secara daring. Bahwasannya fasilitas yang telah disediakan oleh pihak Seminari memiliki tujuan yang mulia bagi perkembangan scientia (pengetahuan) para seminarisnya. (VLN/GEN/NN/SS/LWK)
-tempora mutantur et nos mutamur in illis-
Magelang, 19 Mei 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar